TOKOH

UTHMAN (644 – 655 M)

Judul : Pengantar Sedjarah dan Adjaran Islam

Penyusun : Subardi, Harsojo, Mahmud Junus

Tempat terbit : Bandung / Jakarta

Tahun terbit : 1961 (Cetakan ke-3)

Penerbit : “GANACO” N.V.

Beliau adalah pengganti Umar. Kepribadiannya mudah dipengaruhi anggota suku sebagai penasihat – penasihatnya, yang menyebabkan ia mendapat banyak lawan. Apalagi setelah Aisyah ikut menentang. Orang – orang Arab di daerah – daerah juga memusuhinya. Meski di bawah pemerintahannya, kotakota Persepolis dan Cyprus jatuh juga di tangannya. Tapi hubungan dengan daerah – daerah yang dikuasai tidak seperti hubungan yang dicapai khalifah – khalifah dulu. Sehingga, menjadikan ketidakpuasan di kalangan tentara. Di dalam negeri timbul huru hara. Partai oposisi di Fustat yang berpengaruh di Madinah menganujurkan agar rakyat menentangnya. Di samping keadaan yang tidak memuaskan dalam kebijaksanaan pemerintahannya ialah :

Pembukaan secara resmi Kitab Al Qur’an. Tindakan ini rupanya disebabkan oleh berlainan pandangan terhadap cara pembacaan sebagian ayat – ayat Al Qur’an yang timbul di kalangan tentara yang pergi ke Armenia. Dan agar dapat menjaga persatuan di kalangan umat Islam yang saat itu sangat penting, Usman mengambil keputusan untuk membukukannya secara resmi Kitab Al Qur’an yang dapat diakui oleh umum. Pekerjaan ini diserahkan kepada Zaid bin – Tsabit, yang dibantu beberapa orang. Lalu setelah mereka ini selesai dengan pembukuan mereka, maka Usman memerintahkan untuk merusak segala kitab – kitab lain yang berisi ayat – ayat Al Qur’an dan mengirimkan salinan dari suratsurat yang telah dibukukan itu ke daerah – daerah yang telah ditaklukkan oleh Islam.

Tentang kebenaran isi dan cara pembukuan itu tak dapat disangsikan, karena disalin dari pengumpulan surat – surat Qur’an yang dilakukan pada masa Abu Bakar, apalagi saat itu masih banyak orang yang hidup pada zaman Nabi, yang hafal ayat – ayat Qur’an yang akan membetulkan pembukuan Qur’an bila pada pembukuan itu terdapat kesalahan. Bahwa musuh – musuh Usman mengakui juga kebenaran akan isi dan cara pembukuan itu, membuktikan bahwa pembukuan itu telah dijalankan sebaik – baiknya. Akhirnya bulan Juni 17, 656 M dalam tengah – tengah pertentangan Usman dibunuh dengan tusukan seorang pembunuh yang beragama Islam. Darahnya mengalir dari badannya dan membasahi Kitab Al Qur’an yang saat itu sedang dibacanya.

Kejadian tersebut merupakan permulaan dari rentetan kejadian yang makin lama makin menggenting yang menunjukkan adanya perbedaan antara pusat negara Arab yang diperintah oleh para khalifah dan daerah – daerah pendudukan yang dipimpin oleh kaum militer yang berarti pula bahwa bangun jatuhnya Islam kini ditentukan pula oleh kekuatan – kekuatan di luar daerah kelahiran Nabi . kejadian yang meninggalkan bekas yang sangat mendalam ini berjalan terus di bawah khalifah yang ke-4 yaitu : Ali bin Abu Thalib, menantu Nabi.

0 komentar:

Blogger Templates by Blog Forum